Bedah Buku dan Pameran Foto “Perempuan Perkasa” Belajar Praktik Kesetaraan Dalam Budaya Suku Korowai

Bedah Buku Perempuan Perkasa; “Karya yang membanggakan dari dosen STIKOM Muhammadiyah Jayapura” hal tersebut disampaikan oleh ketua BPH Dr. Drs. Arianto Kadir, Msi

Sebagai penanggap dalam acara yang disponsori oleh Ford Foudation, Wikimedia yang berkerjasama dengan Sekolah Tinggi ILmu Komunikasi Muhammadiyah Jayapura beberapa hari

Dalam pemaparan sebelumnya di aula STIKOM sang penulis buku Rhidian Yasminta Wasaraka, S.Kom, Msi mengatakan bahwa apa yang di tulis dalam bukunya adalah sebuah hasil penelitian yang mendalam dan lama, sejak tahun 2003 saya sudah mulai melakukan penelitian tentang suku Korowai. namun baru sekarang saya bisa punya kesempatan untuk menuliskannya dan menuangkannya dalam bentuk buku.

Diakui bahwa tidak mudah menangkap apa yang menjadi inti budaya suku yang berjuluk Manusia Rumah Pohon ini sebab Suku Korowai adalah suku yang unik dan memiliki kebudayaan yang berbeda dan keluar dari teori-teori antropologi dan sosial yang ada.

maka memang dibutuhkan kehati-hatian dalam merekam dan menuangkannya. jangan sampai kita tergesa-gesa lalu kita justru keliru dalam menafsirkan apa yang ada pada mereka.
lebih lanjut ujar dosen Mk. Fotografi dan Mk.

Komunikasi antar Budaya ini berujar bahwa bukunya adalah gabungan dari ilmu Antropologi dan ilmu Komunikasi. “bahwa kajian didalamnya memang adalah kajian antropologi namun juga karena kita membicarakan tentang symbol-symbol maka mau tak mau ilmu komunikasi juga masuk didalamnya,

apalagi ini buku disajikan dengan gaya bahasa yang santai dan banyak menyajikan hasil karya photo-photo jurnalistik hingga memudahkan para pembaca untuk membaca dan memahami Korowai secara gamblang

senada dengan bapak Arianto Kadir dari pihak kampus yang diwakili oleh waket 1. Dr, Indah Sulistiani mengatakan bahwa sebagai alumni dan dosen STIKOM Muhammadiyah Jayapura apa yang diraih Ibu Dian adalah sebuah prestasi bagi kampus, sebab meraih dana hibah ini tidak mudah, sebab harus bersaing dengan hampir 2000 proposal dari seluruh dunia yang masuk ke panitia Cipta Media Ekspersi.

Apalagi bidang Visual Antropologi adalah bidang kajian baru yang baru dirintis dibeberapa universitas besar di Indonesia dan di dunia. maka sekali lagi STIKOM patut berbangga dengan prestasi tersebut pukasnya
(Div. Humas Stikom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here